Dan
takbirpun menggema diseluruh penjuru bumi petiwi ini. Menawarkan keeksotisan , mengagumkan. Bak layang
layang merah muda di langit biru muda.
Menegakkan setiap hati manusia, mengaharubiru, menteskan kerinduan akan kampong
halaman, akan kembang api, akan aroma kambing kambing malang. Menyulap malam
hening pinggiran ibukota menjadi malam nan syahdu. Tentram dengan kesibukan
memasak untuk hari qurban. Asik menyiapkan baju muslim untuk perayaan hari
raya. Membayangkan memakan daging daging dari sapi sapi dan kambing kambing
yang malang. Gelisah jika tak mendapatkan bagian daging.
Entah
disana di gedung gedung bertingkat, disana di rumah rumah mewah megah. Mereka
para pemakai jas dan dasi, beradu seberapa banyak sapi yang mereka qurbankan.
Bukan karena Tuhan ini karena persaingan kesombongan kekayaan. Memang setan
benar benar setan.
Disudut
kota istimewa jogjakrta tersengal sengal nafas seorang bocah kecil berbau
matahari dengan baju yang compang tidak camping. Berlarian kesana kemari dengan
teman senasibnya. Baginya lebaran adalah mengumpulkan sebanyak banyaknya sisa
sisa koran yang berserakan di alun alun utara. Bukan daging sapi atau kambing.
0 komentar:
Post a Comment