Saturday, 5 November 2011

Idul Adha…?


Dan takbirpun menggema diseluruh penjuru bumi petiwi ini. Menawarkan  keeksotisan , mengagumkan. Bak layang layang  merah muda di langit biru muda. Menegakkan setiap hati manusia, mengaharubiru, menteskan kerinduan akan kampong halaman, akan kembang api, akan aroma kambing kambing malang. Menyulap malam hening pinggiran ibukota menjadi malam nan syahdu. Tentram dengan kesibukan memasak untuk hari qurban. Asik menyiapkan baju muslim untuk perayaan hari raya. Membayangkan memakan daging daging dari sapi sapi dan kambing kambing yang malang. Gelisah jika tak mendapatkan bagian daging.

Entah disana di gedung gedung bertingkat, disana di rumah rumah mewah megah. Mereka para pemakai jas dan dasi, beradu seberapa banyak sapi yang mereka qurbankan. Bukan karena Tuhan ini karena persaingan kesombongan kekayaan. Memang setan benar benar setan. 

Disudut kota istimewa jogjakrta tersengal sengal nafas seorang bocah kecil berbau matahari dengan baju yang compang tidak camping. Berlarian kesana kemari dengan teman senasibnya. Baginya lebaran adalah mengumpulkan sebanyak banyaknya sisa sisa koran yang berserakan di alun alun utara. Bukan daging sapi atau kambing.

0 komentar:

Post a Comment

Lintang Qirana. Powered by Blogger.

Rak Blog