Dan
mungkin kau akan merasakan hal yang sama ketika kau mencintai sesorang yang
sayangnya kau tidak mendapatkan balasan cintanya. Tuhan ini sangat menyiksa
sekali bagiku. Ya bagi kita semua yang pernah mersakannya. Disaat kau berkirim
pesan singkat dengannya , bercanda ria, menghabiskan pulsamu untuk menelponnya,
bahkan menghabiskan waktumu hanya untuk memikirkannya, dan bahkan juga kau
habiskan doamu dengan namanya. Berharap ia menjadi suamimu kelak. Hal yang
bodoh dan sia sia saja, saat kau dilambungkan oleh candaan gombalnya dan tiba
tiba kau terjatuh ditumpukan batu batu besar ketika kau menyadari bahwa itu
semua hanya khayalan dan candaan yang tidak ada fakta di dalamnya. Hal yang
bodoh dan sia sia ketika kau menceritakan persaanmu kepada teman teman yang
akan selalu setia menunggu bagaimana endingnya, dan kau pasti akan membawakan
akhir yang aku pun membayangannya saja tidak ingin. Ya sad ending bagi seorang
pemuja rahasia yang konyol. Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin.
Aah
aku rasa ceritaku ini terlalu berlebihan, tapi ya sudahlah karena aku ini apa
adanya, dan ini adalah yang terjadi pada diriku sekarang. Melatih hati untuk
selalu tegar bagaimanapun keadaannya. Tetap setia pada pilihanku ini.
Bagaimanapun endingnya nanti. Aku bahagia, bukan karena ku melihat ia bahagia,
tapi justru karena aku berhasil meneguhkan hati ini untuk cinta pada seseorang
yang hebat. Yang aku berharap Tuhan memang menciptakknya untukku.
Aahhh
,mengapa dirimu terlalu sepurna untuk ku cintai, mengapa begitu susahnya aku
melewti hari tanpamu, bagaimana caranya ku bisa memiliki hatimu, tidakkah kau
bisa menjwabnya? ya tidak karena memang kau tidak mencintaiku. Tidak ada kata
mungkin disini. Karena sudah jelas. Aku memang bukan Tuhan, tapi aku punya
perassan yang menuntunku mana mimpi dan mana kenyataan.
Dan
ini hanyalah mimpi, ketika aku duduk bersanding denganmu di pelaminan.
0 komentar:
Post a Comment