2 hari yang lalu adalah hari yang melelahkan untuk pantataku,
karena ia harus duduk di atas motor selama kurang lebih 2 jam. Aku pergi menuju
kota bekasi, menuruti permintaan temanku untuk menemaninya pergi kesana. Alhasil
itulah, pegal-pegal menrjang badanku, karena sudah lama tidak nangkring di atas
motor. Maklum aku di Jakarta ini sering menggunakana angkutan umum seprti
busway ataupun metromini untuk pergi kemana mana dan itupun jarang.
Disepanjang perjalanan aku melihat gedung gedung yang tinggi
menjulang, bak mereka sedang mengikuti perlombaan gerdung tertinggi se-Indonesia
raya. Sampai-sampai aku pusing melihatnya,karena harus mendongakkan kepala
lebih tinggi untuk mampu melihat gedung- gedung yang menjulang tersebut.
Dan tidak hanya gedung- gedung tinggi yang aku lihat di
sepanjang perjalan, aku juga melihat ribuan mmm mungkin hanya ratusan, mobil-mobil
yang bersumpek-sumpek ria memenuhi jalanan ibukota untuk mencapai tujuannya,
entah berapa polusi yang dihasilkan setiaph harinya karena asap-asap kendaraan
tersebut.
Aku melihat juga rumah-rumah kumuh di pinggiran Jakarta,
waktu itu aku melihatnya di daerah duren sawit dan ketika aku memasuki kota
bekasi. Nggak usah jauh jauh sih, pemukiman tempatku kost juga sangat kumuh,
seperti di film-film betawi yang ditayangkan di tv itu. Mungkin terkadang orang
orang selalu berfikiran positif terhadap ibu kota ini, bagus sih berfikiran
positif tapi sebenarnya ya lihat dulu dong, bagaimana dan apa sih yang sebenarnya
terjadi. Di ibukota ini, ku akui memang banyak sekali rumah rumah mewah yang
berhamburan, mall mall elite yang dikunjungi para artis dan para elit negri
ini, tapi tak sedikit pula rumah rumah kumuh, sungai sungai yang baunyaa uuhh
tidak ada sedap sedapnya, anak anak jalanan yang entah apakah mereka tidak dicari orang tuanya atau
bagaimana. Suatu pertanyaan yang menngelayut di dalam pikiranku setipa kali
melihat hal seprti itu.
Jakarta oh Jakarta, mungkin orang orang yang belum pernah
mengunjungi Jakarta melihat Jakarta dari tayangan sinetron yang amat mereka
cintai. Uuh padahal mereka belum pernah tahu bagaimana ibukotamu ini. Tak seindah yang kau bayangkan
kawan.
Aku akui aku belum lama tinggal disini tapi setidaknya 7
bulan ini cukup mewakilkan untuk medeskripsikan bagamana Jakarta itu. Jadi
sekarang aku sudah tidak heran lagi mengapa banyaklorang orang Jakarta yang
suka berlibur pada akhir pekan ke puncak, atau ke daerah bogor dan bandung. Karena
orang orang yang hidup di Jakarta dengan segala kesibukannya aku yakin mereka cepat
sekali penat dengan segala rutinitas yang ada. Tidak semua tapi menuutrku ya
rata ratalah.
Oke mungkin sekian dulu cerita tentang Jakartaku ini, mm
bukan Jakartaku , Jakarta kalian semua. J
Pagi Jakarta...
0 komentar:
Post a Comment